Hidup terlalu singkat untuk menunggu yang tak pasti


Cinta hadir karna terbiasa, atau karena adanya cinta maka jadi terbiasa?

Memiliki seseorang yang benar-benar dekat tentu saja menjadi tempat kita untuk menceritakan segala hal. Seolah dia adalah sebagian dari diri kita. Seolah tanpa membagi dengannya belum cukup lengkap. Seharusnya begitulah hubungan yang menyenangkan, berbagi segala hal bersama.

Kita yang paling tau bagaimana pasangan kita, kita seharusnya juga tau seberapa besar rasa cintanya.

Memang, sekedar cinta saja tidak cukup. Namun, setidaknya jika benar itu cinta segalanya akan menjadi mudah.

Pertengkaran akan mudah terselesaikan jika ada cinta. Sebab cinta jauh lebih kuat dari ego, sebab cinta tak akan menyakiti, dan cinta justru memberi ruang yang nyaman.

Terkadang untuk takut kehilangan dia kita sangat yakin jika itu cinta, tapi bagaimana jika hanya ketajutan karena tak ingin sendiri?. Bagaiman dengan ketakutan dengan โ€œsayang sudah jalan tahunan sama diaโ€?. Bagaimana dengan ketakutan jika bukan dia tapi kelengkapan-kelengkapan lain dari dirinya yang kita butuhkan?.

Beberapa orang lebih memilih bertahan dengan kondisi hubungan yang sudah tidak lagi harmonis, mungkin karena cinta, mungkin malas memulai untuk mengenal dan jatuh cinta dengan hal baru dan mungkin saja sama-sama terperangkap dalam pesakitan dan luka.

Sebagian lagi berani memilih menghentikan apa yang membuatnya tak nyaman demi menemukan hal baru. Siapa bilang hal mudah untuk membunuh rasa cinta dan benar-benar belajar untuk menutupnya. Ada yang benar-benar berhasil dengan mudah begitu menemukan orang baru, ada juga yang harus tertatih sebelum ia tersenyum dengan cintanya yang baru.

Memilih bertahan atau melepaskan, yang mana saja asal pastikan tidak untuk menyakiti diri sendiri juga orang lain. Percayalah sebab semesta akan memperhitungkan apa yang sudah kita tuai.

Hidup terlalu singkat jika hanya dihabiskan untuk menunggu yang tak pasti, tak terkira sudah berada di ujung tahun dan melihat kebelakang tak ada yang sudah benar-benar berarti, tak ada cinta yang pantas dibanggakan, kosong.

Jikalau dipenghujung tahun ada yang bertanya tentang kebahagiaan apa yang sudah kau dapatkan setahun belakangan, apa yang akan kau ceritakan?

3 thoughts on “Hidup terlalu singkat untuk menunggu yang tak pasti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *