Lannesiana Wilson

Dear Lannesiana Wilson

Bagaimana keseruanmu hari ini? Masihkah dengan Murakami atau justru sedang disibukan oleh Lady Arwen elf yang kau puja?

Andaikata kau berada di sini, pasti aku akan menceritakan kisah lain dari Pramoedya Ananta Toer. Tetralogi pulau buru tentunya. Aku sangat mengagumi kisah cinta antara Minke dan Anne, singkat dan merangas.

Oiya, bagaimana dengan kebiasaanmu tertegun berjam-jam menatap kosong cendela kaca? Ku harap itu sudah tak pernah kau lakukan lagi. Bukankah ada Bagas yang selalu ada di dekatmu.

Ah, Lanne tak perlu kau sampaikan akupun tau jika bukan Bagas yang kau inginkan. Tapi ketika cinta sejati kita tak mungkin lagi untuk dimiliki hanya ada dua pilihan bertahan menunggu hancur atau melebur mengejar cinta yang baru.

Lanne, aku tau bagaimana rasa sakitnya ketika ditinggal oleh orang yang kita cinta. Namun, sebisa mungkin aku tak memilih sepertimu yang tenggelam dalam lara.

Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengguruimu sebab akupun masih selalu tak ingat caranya untuk move on. Dan lagi, kau adalah Lanne dan bukan diriku yang memiliki karakter berbeda.

Bedanya, aku tidak membunuh hatiku sendiri. Aku pun merasakannya Lanne, memang tidak semua cinta kita sadari jika sudah tumbuh semakin besar dan berakar kuat. Bak cintamu kepadanya, yang mulanya kau anggap biasa saja namun justru tak terkira berakar ketika ia mencoba mencabut dari hatimu.

Maaf Lanne, tiada aku bermaksud untuk menanamkan luka pada kehidupanmu. Justru aku menulis saat aku sedang jatuh cinta. Hanya saja, kisah cinta tak harus berakhir manis bukan?

Aku menciptakan itu padamu agar mereka para pecinta mengerti bagaimana luka hati mampu menghancurkan jiwa. Agar mereka tau jika sebisa mungkin jangan sampai melukai orang yang merajut cinta bersama kita.

Lanne, walaupun kau hanya tokoh cerpen Nae Saian Luume yang ku tulis dalam buku Renjana. Namun, rasa banggaku kepadamu adalah sebenar-benarnya ketulusan.

Aku menciptakanmu dengan hati, aku menulis dengan senyum ketika aku jatuh cinta.
Kini hatiku tak lagi utuh Lanne, berkeping dan ku biarkan berserakan.

Aku kehilangan museku. Tapi aku tau jika aku tak pernah kehilangan kamu dan tokoh-tokoh lain.
Aku bahkan tak ingin mengubah apapun kemegahan ide ceritanya, walaupun harus ku kemas kau dalam duka.

Sebab Lannesiana Wilson adalah sakura merah jambu yang selalu hadir tanpa ingkar. Sakura yang selalu ditunggu oleh banyak mata. Sakura yang selalu memiliki keindahan tak terbantahkan.

Lannesiana Wilson, adalah sakura.

Lanne, bagian darimu kini sudah berada di luar sana. Berjuanglah Lanne untuk cerita cinta yang sudah ku tuangkan.

Terimakasih sudah menjadi bagian penting hidupku.

Penulismu,

Aufa.

2 thoughts on “Lannesiana Wilson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *