Sama-sama berhenti

Terimakasih, sudah dengan sabar tidak memaksakan apapun. Justru memberi jalan dan waktu untuk merasakan kenyaman perihal “cinta”.

Terimakasih, sudah datang dengan cara yang berbeda. Menunjukan dan mengatakan jika rindu serta tak ingin kehilangan adalah bagian dari rasa sayang.

Terimakasih, sudah menumbuhkan helai demi helai mimpi untuk nanti bisa kita petik satu demi satu. Seolah cerita dari kisah kita tak cukup hanya sampai di sini.

Terimakasih, sudah belajar mengerti. Tentang kepercayaan yang pernah terinjak-injak. Tentang trauma yang membekas dalam hingga menyisakan kepercayaan diri yang begitu rapuh.

Terimakasih, selalu menjadi apa adanya kamu. Hadir secara utuh tanpa menutupi bagian yang tersembunyi. Tanpa melebihkan apa yang indah.

Ada yang pernah rusak dan terimaksih telah membantuku untuk memperbaiki satu demi satu.

Ada yang kosong dan terimakasih telah berusaha untuk mengisinya perlahan.

Aku yang pernah terluka dan menyadari jika semesta begitu sempurna untuk menjadikan cinta datang lagi.
Aku yang pernah sendiri tak memungkiri jika berdua, denganmu adalah keinginan yang tak bisa ku tunggu lagi.

Kedewasaanmu, kesabaranmu serta perjuangan yang membuatku tak lagi ingin berubah arah.
Kamu, adalah hal yang ingin ku segerakan untuk melengkapi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *