Janji tetaplah janji

Bagaimana bisa hati yang merona merah jambu berubah menjadi lebam luka penuh sayatan tak terperi. Bagaimana bisa ketulusan yang tak berkesudahan terbalas dengan sedu sedan.

Jangan pernah meminta hati jika hanya untuk membuatnya terluka. Jikapun sebagai suatu hal yang tidak bisa dihindari, setidaknya masih mampu memilih untuk melakukannya dengan cara yang lebih pelan.

Membuatnya jatuh cinta jauh lebih mudah dari caranya mengobati luka. Tiada dendam tak juga menyampaikan gemuruh pertikaian batin. Senyumnya, ia masih bisa tersenyum dibalik rona mata yang remuk redam.

Kepandaiannya menyimpan luka justru memenjarakan penat yang tak tersampaikan. Sebab janjinya untuk membuatmu bahagia sama seperti janjimu untuk tetap menjaga hatinya. Dan kau tak pernah tau itu. janji tetaplah janji, terlepas perihal terpatahkan atau tidak.

Apa yang kamu tau tentang obrolannya bersama sang Pencipta. Apa yang kamu tau sepertiga malam bibirnya terjaga hanya untuk memanjatkan sebuah doa. Bukan untuk mengutuk dengan menyebut karma. Melainkan mendoakanmu agar selalu bahagia.

Tidakkah kamu tau bagaimana ia mengobati luka?
Tidak, pasti kamu tak akan pernah mau tau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *