140516


Pendar nyala lilin kecil, tamaram menuju satu jenjang. Nyala dengan hati, tiup sajalah sebagai pertanda kita pernah ada.
Lihatlah kepulan asap kecil yang lesap. Menyimpan harap atas harapan.
Gubahan doa terapal jelas. Bukan mantra yang terpatri. Ada napas ketulusan, ada aroma wangi cinta.
Biarkan lidah api padam sebelum mengecap manisnya sepotong roti.
Katamu tak perlu mengucapkan selamat ulang tahun, sebab satu usia ditambahkan.
Jawabku hanya tersenyum, adalah cara menenangkan gemuruh.
Sudah habis pendar lilin tak begitu dengan cinta. Sebab hangat yang tertinggal pada ruangan adalah debar jiwa.
Nyanyikan sajak kebahagian hingga tik tok akhir batas.
140516
Adalah kamu sumber cerita yang tak ingin ku lewatkan begitu saja.
Kali kedua bukan ukuran pantas untuk sebuah kecukupan.
Semesta memiliki caranya sendiri, mengaminkan doa yang dalam diam ku sebut “semoga bahagia”

This entry was posted in Poetry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *