Semangkuk sup cinta

Cinta,

Terkadang cinta tak jauh beda dari semangkuk sup. Tidak ada bedanya hangat ataupun dingin tetap saja sup. Namun sup hangat jauh lebih digandrungi oleh penikmatnya. Begitu pula dengan cinta.

Cinta yang hangat adalah candu para kekasih.

Sup tak selamanya memiliki citra rasa yang pas, bahkan jika tidak jeli dalam pengolahan akan terasa hambar. Cara yang sama, komposisi yang tak beda belum tentu menghasilkan kenikmatan sup yang sama.

Tak terkecuali dengan cinta. Hambar pun seketika mampu menyergap. Semangkuk sup hambar memerlukan bumbu untuk menguatkan rasa. Hubungan cinta memerlukan perhatian, keromantisan dan rasa cinta itu sendiri agar tak hambar.

Cinta butuh bumbu agar tak mengalami kejenuhan ataupun perasaan hambar.

Jika bumbu sudah dibubuhi pada sup, kehambaran masih terasa mungkin lebih baik menggantinya dengan sup yang baru.

Tapi cinta tak semudah itu. Banyak cara untuk memperbaiki rasa hambar. Saling terbuka dan membicarakan kejanggalan salah satunya. Bisa juga dengan menambah keromantisan. Tidak ada yang tidak mungkin selama masih berjuang bersama.

Masih banyak cara untuk mengurai jenuh.

Jika ada yang berkata ‘sehambar apapun sup yang kamu hidangkan jika itu buatanmu dan bisa ku nikmati bersamamu akan tetap terasa nikmat’ bukan dengan gombalan.¬†Percayalah, dia layak untuk dipertahankan.

Masih banyak hari, masih ada kesempatan untuk membut sup-sup lain, bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *