Jauh lebih hancur

Rumah itu kosong, seperti tak ada walaupun sebenarnya ada dan sangat kokoh.

Kau mencoba mengenali rumah itu hingga takjub jika dibalik selimut yang menutupinya ternyata ada tempat yang begitu teduh dan nyaman.

Aku masih ingat ketika kau memasuki rumah itu dengan permisi, membersihkannya dari debu ternyata memamg tidak mudah seperti yang dibayangkan. Perlu tenaga juga waktu, namum tetap saja itu sebuah rumah yang tak akan berpaling kemanapun.

Sebelumnya sebuah rumah terabaikan menjadi termiliki olehmu.

Sebelumnya sebuah rumah yang tak tertata menjadi rapi olehmu.

Hujan, badai bahkan terik mentari dia tetap berdiri kokoh melindungimu, hingga tak ada setetes air menyentuh kulitmu ataupun hawa dingin menggigilkan ragamu.

Masih ingat ketika kau menjadi berarti dengan memiliki rumah tempatmu melepas lelah. Masih ingat ketika kalian bukanlah hal berarti sebelum saling menemukan.

Cukup kiranya keindahan tercipta oleh tanganmu dan kenyamanan terbentuk oleh kehangatannya melindungimu.

Bunga yang indah menjadi berbisik seolah ingin memiliki kebahagiaan seperti kamu. Pepohonan seolah melayu mendapati keteduhan yang kau pilih adalah rumah yang dulunya tak dikenal.

Setelahnya kau pergi, tanpa memberi suatu penjelasan yang dapat dimengerti. Kau meninggalkan begitu saja dengan banyak alibi jika dindingnya terlalu tebal atapun lantainya tak seperti yang kau mau.

Semua hal seolah tidak lagi indah.

Apa kau tau, jika rumah yang pernah kau benahi kini tak hanya tertutup kegelapan namun ia melebur perlahan seiring langkah kakimu.

Iya, rumah itu jauh lebih hancur dari sebelum kau menemukannya.

Sederhana bukan? Cukup temukan, perbaiki dan tinggalkan. Jika kau anggap dia akan jauh lebih baik tanpamu, itu salah.

Justru ia jauh lebih hancur, dari sebelumnya.

Rumah itu adalah hati dari seseorang yang kau cintai dan kau tinggal pergi tanpa alasan yang berarti.

2 thoughts on “Jauh lebih hancur

  1. “Rumah itu adalah hati dari seseorang yang kau cintai dan kau tinggal pergi tanpa alasan yang berarti.” :’)

    Tulisanmu maut fa :”)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *