Perkara kehilangan

(Yang pernah menjadi) cintaku,

Entah ini surat keberapa yang ku tulis dan membacanya berulang kali tanpa sempat menyampaikannya kepadamu. Kali ini surat yang berisi kesedihan dan tak akan penuh walaupun setiap hari selalu ku isi dengan kesedihan serupa.

Apa kau masih ingat bagaimana kita bertemu pertama kali yang hanya sebatas kebetulan saja, diluar kendali ketika itu pula sebesar besarnya perhatianku tercuri oleh mu.

Walaupun aku tidak pernah menceritakan tapi akulah yang banyak mengerti tentang tangis serta curahan segala kekesalanmu terhadap hati yang menjemukan atau juga terhadap kerikil yang memang sebagai cobaan kehidupan.

(Yang pernah menjadi)

Aku sudah pernah bahagia berada dalam pelukan mu, aku pernah manja berada dalam pikiran mu juga aku pernah merajai kepemilikan atas dirimu.

Tapi kini kau memintaku untuk pergi dan tak pernah mencariku. Banyak penyesalan atas kesalahan yang begitu brengseknya aku hingga tak lagi tertahan derai air matamu pada pelukanku.

Jika nanti ada sedikit kerinduan sudikah kamu singgah melihat barisan curahan hati yang aku suguhkan untuk mu.

One thought on “Perkara kehilangan

  1. Suka sama kalimat ini, “Jika nanti ada sedikit kerinduan sudikah kamu singgah melihat barisan curahan hati yang aku suguhkan untuk mu.”

    *tampilan blognya jadi lebih enak buat dilihat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *