Satriaku membisu

Dan bahkan sejak surat ini kau terima mungkin kau akan selalu saja diam, ok aku terima itu.

Sedikitpun kau tak pernah mengeluarkan kata sebagai permintaan maaf atau sekedar sapaan. Setiap pagi aku yang selalu setia membuatmu hangat, memang tanpa kau minta tentunya. Engkau tetaplah satriaku.

Aku hanya mencoba mengerti apa yang kau butuhkan, dan jika aku tidak memberinya kala itu jangan pernah berfikir jika aku tak pedulikan mu. Jika suatu ketika kau lihat aku dengan yang lain jangan menumbuhkun cemburu, aku mohon. Karena bisa jadi saat aku perlukan hanya dia yang ada di dekatku.

Aku tak pernah memintamu untuk mengusap punggungku seperti yang selalu aku lakukan padamu. Aku juga tidak pernah meminta mu membelikan apa yang ku mau sama seperti yang selalu aku lakukan padamu.

Yang aku mau, tolong jangan membuatku mengeluh ketika aku ingin menunggangi mu, satria ku.

Dari aku, pemilik mu.

Untuk satria(ku) FU150.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *