Tarian ujung pena

Adalah rasa yang tercipta dalam tiap barisan aksara. Sebuah mimpi yang tak pernah mungkin terbayangkan dari pemikiran yang terpenjara. Ada pula perih hanya tergambar melalui alfabet sang juara.

Menari dengan ujung pena, terluka saat mengulang memori yang menggelayuti dunia fana. Mencoba tetap tersenyum ketika semua menjadi nyata tanpa warna.

Aku mencipta pada hasil karya dengan air mata dan tawa. Jika suka maka biarkan menjadi bagian dari jiwa. Namun jika tak untuk disukai biarlah ku coba mengulang untuk yang kedua.

Kadang hanya semata menulis tentang cinta yang penuh luka, atau menghiasi lembar kertas dengan aksara yang tak semua orang suka. Biarlah, karena ada mimpi yang memang lebih baik untuk tidak dibuka.

Camar putih berarak pada langit biru, sungguh menciptakan karya bersama butir pasir bukanlah hal keliru. Semoga masih ada penyuka kata yang meniti lembaran tertoreh pena seperti membentangkan pelangi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *