Penyesalan

Penyesalan: ini aku, kembalilahโ€ฆ

Terlahir: oh kamu, tidak!

Penyesalan: aku salah, aku khilaf, aku menyia-nyiakan ketulusan mu

Terlahir: iya dulu, itu dulu sewaktu kamu tak pernah mendengar tangis dan tak menggubris inginku

Penyesalan: tapi kamu adalah pasir pantai yang selalu ada pada lautan rinduku

Terlahir: Akulah pasir pantai tersentuh olehmu ombak yang hanya untuk kau tinggal lagi, dulu

Penyesalan: tapi kamu adalah sakura yang selalu menyapa oleh angin kasih sepanjang hari

Terlahir: Akulah sakura yang kau sentuh angin hanya untuk menjatuhkan kelopakku, dulu

Penyesalan: tapi kamu adalah Himalaya yang selalu berada posisi tertinggi dan agar keberadaan ku tak pernah terlepas bagai salju

Terlahir: Akulah Himalaya yang kau peluk salju hanya untuk membekukan ragaku, dulu

Penyesalan: memang dulu, tapi kini aku akan kembali menjadi penguat pilu dan menyeka air matamu dan kembali mengisi kekosongan

Terlahir: tapi kini aku bukan bulir air mata yang terus membasahi pipi walau perih, aku memang kosong tapi tak untuk kembali pada โ€œduluโ€ biarkan aku terlahir bukan untuk kita lagi.

Penyesalan: Kesempatan? Masih mengenal?

Terlahir: Terlalu akrab karna sering bertemu, tapi tak juga pernah kau sadari

Penyesalan: Kalahkah aku?

Terlahir : Aku tak menyebut begitu, sudahlah .. biarkan aku bahagia tanpa mu menjadi hati baru.

This entry was posted in Poetry.

9 thoughts on “Penyesalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *